INFOMUARATEWEH.com – Agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027 tingkat Kecamatan Teweh Selatan digelar pada Senin 9 februari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin, ST., M.T., bersama jajaran perangkat daerah dan unsur masyarakat.
Forum perencanaan ini menjadi wadah penyelarasan usulan pembangunan dari desa dan kelurahan agar terintegrasi dalam kebijakan kabupaten. Pemerintah daerah mendorong agar setiap aspirasi yang disampaikan tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat di lapangan serta mendukung arah pembangunan daerah melalui program GASPOL 11.12.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan pentingnya membangun dari tingkat paling dasar, yakni desa. Menurutnya, kekuatan perencanaan terletak pada keselarasan antara kebutuhan lokal dan kebijakan strategis daerah, sehingga pembangunan dapat berjalan sistematis hingga ke pusat pemerintahan kabupaten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perhatian khusus juga diberikan pada keberlanjutan infrastruktur yang telah dibangun. Ia mengingatkan agar perangkat teknis tidak menunda pemeliharaan hingga kondisi kerusakan semakin berat. Upaya perawatan rutin dinilai jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan perbaikan besar yang memerlukan anggaran lebih tinggi.
“Membangun itu satu langkah, tapi merawat adalah langkah penentu. Kita harus disiplin mengalokasikan dana pemeliharaan. Jika kerusakan masih ringan atau di bawah 11%, itu masuk pemeliharaan rutin agar tidak meluas. Jika sudah besar, baru masuk pemeliharaan berkala,” tegas Bupati Barito Utara, H. Shalahuddin,
Penekanan tersebut disampaikan sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hasil pembangunan. Alokasi dana pemeliharaan harus dilakukan secara disiplin, terutama ketika tingkat kerusakan masih tergolong ringan, sehingga fasilitas publik tetap berfungsi optimal dan tidak cepat mengalami penurunan kualitas.
Melalui pendekatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap pembangunan di Teweh Selatan dapat berlangsung berkelanjutan. Infrastruktur yang terjaga dengan baik diyakini mampu menunjang pelayanan publik dan aktivitas ekonomi masyarakat dalam jangka panjang.









