INFOMUARATEWEH.COM – Pemerintah Kabupaten Barito Utara kembali melanjutkan penguatan kapasitas aparatur melalui Training ESQ Leadership Batch 2 yang dilaksanakan di Menara 165, Jakarta, Senin (26/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Pemkab Barito Utara dalam membentuk aparatur yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pemerintahan modern.
Pelatihan tersebut difokuskan pada pembentukan karakter pemimpin birokrasi yang mampu menyeimbangkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Melalui pendekatan itu, aparatur diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam bekerja, tetapi juga mampu mengelola emosi secara bijak serta menanamkan nilai spiritual dalam setiap tugas pemerintahan.
Bupati Barito Utara H. Shalahuddin menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat dipengaruhi kualitas sumber daya manusia yang menjalankan program-program pemerintah. Menurut dia, perencanaan yang baik dan dukungan anggaran tidak akan memberi hasil maksimal apabila tidak didukung aparatur yang memiliki karakter kuat dan jiwa kepemimpinan.
“Sering saya sampaikan bahwa SDM adalah kunci keberhasilan program GASPOL 11.12. Program yang baik dan anggaran yang tersedia tidak akan berjalan optimal tanpa aparatur yang berintegritas, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan,” tegas Bupati Shalahuddin.
Ia mengatakan, pelatihan ini diarahkan untuk mencetak pejabat dan aparatur yang tidak sekadar pintar bekerja, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, integritas tinggi, serta kesadaran bahwa setiap kebijakan yang diambil harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ditujukan bagi kepentingan masyarakat.
“Kami ingin setiap pejabat di Barito Utara memimpin dengan hati, memiliki kepercayaan diri, serta menjadikan setiap kebijakan yang diambil sebagai bentuk tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Founder ESQ 165 Ary Ginanjar Agustian dalam kesempatan itu juga menyampaikan apresiasi terhadap visi kepemimpinan Bupati Barito Utara yang menekankan pentingnya keseimbangan IQ, EQ, dan SQ dalam membangun birokrasi. Pada sesi awal pelatihan, peserta mendapat materi Renungan ke Gunung Thursina yang menekankan pentingnya pondasi spiritual dalam pembentukan karakter pemimpin.
Menurut Ary, kekuatan spiritual menjadi elemen penting dalam membangun peradaban daerah yang berkelanjutan. Karena itu, penguatan karakter aparatur melalui pendekatan kepemimpinan berbasis nilai dinilai menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Sinergi antara kompetensi teknis, kekuatan karakter, dan kedalaman spiritual tersebut diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mendukung keberhasilan program GASPOL 11.12 di Kabupaten Barito Utara. Melalui pelatihan ini, Pemkab Barito Utara ingin memastikan pembangunan daerah berjalan dengan energi positif, kepemimpinan yang melayani, dan orientasi pada kesejahteraan masyarakat hingga ke pelosok desa.







